Tampilkan postingan dengan label CULINARY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CULINARY. Tampilkan semua postingan

Kediri dan Tahunya

Jumat, 11 November 2011


Selain dikenal sebagai kota penghasil rokok terbesar di Indonesia, Kediri juga kesohor sebagai sentra produsen tahu di Jawa Timur. Tahu takwa yang padat dan gurih sangat digemari oleh masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya.

<span class="fullpost">
 Jenis tahu lainnya yang juga sangat disukai yaitu tahu pong yang lembut dan empuk. Pabrik tahu berskala industri rumah tangga hingga pabrik besar dapat dijumpai di Kota dan Kabupaten Kediri. Industri yang digeluti secara turun-temurun, terutama oleh warga keturunan Tionghoa ini, menyerap banyak tenaga kerja. Pada umumnya produksi tahu dijalankan menggunakan alat-alat tradisional. Fotografer SP, Ignatius Liliek, yang berkesempatan mengunjungi Kota Kediri baru-baru ini menyuguhkan potret produksi tahu Kediri dalam sorotan foto berikut.


Sari kedelai
  

Khas Kediri
  

Cetak tahu
  

Ampas kedelai
  

Adonan tahu
 
</span>

Baca selengkapnya......

Mangga Podang, khas Kediri

"Mangga Podang" di pasar mangga Banyakan, Kediri, Jawa Timur. ANTARA
TEMPO Interaktif, Kediri - Musim kemarau ini menjadi berkah tersendiri bagi petani dan pedagang mangga Podang. Mangga yang hanya bisa ditemukan di kawasan pertanian lereng Gunung Wilis ini melimpah ruah setelah satu musim rontok tahun lalu.

Selain rasanya yang supermanis, mangga ini juga dijuluki sebagai buah ajaib karena disebut-sebut mampu menumpas kanker dan menjaga kolestrol.



Sejak dua bulan terakhir mangga Podang telah memenuhi pasar buah dan kaki lima di setiap sudut Kabupatan dan Kota Kediri. Mangga berukuran sedang dengan warna kuning kemerahan ini selalu menggoda siapa pun untuk mencicipi.

Apalagi kemunculannya pada musim panen kali ini sangat ditunggu setelah musim lalu rontok didera hujan berkepanjangan. “Tahun ini panen melimpah,” kata Mundir, 46 tahun, petani mangga Podang di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Rabu, 5 Oktober 2011.

Bagi masyarakat Kediri, menyantap mangga Podang sudah menjadi siklus tahunan setiap musim kemarau. Berbeda dengan jenis tanaman lain yang membutuhkan pasokan air, mangga Podang justru tumbuh lebat di saat terik matahari begitu menyengat. Sebab buah ini tak tahan dengan air hujan yang justru membuatnya busuk dan mati.

Menurut Mundir, jenis mangga ini hanya bisa ditemukan di lereng Gunung Wilis. Sebanyak lima kecamatan yang berada di kawasan itu saat ini tengah berpesta merayakan panen raya. Mereka adalah para petani di Kecamatan Mojo, Semen, Grogol, Tarokan, dan Banyakan sebagai sentra penghasil mangga Podang terbesar. Lebih dari 15 ribu pohon mangga Podang berada di Kecamatan Banyakan dengan rata-rata produksi mencapai 20-40 kilogram per pohon. Jadi dalam satu kali masa panen kawasan ini bisa menyuplai hingga 600 ton mangga Podang.

Uniknya, meski jumlah panennya cukup banyak dengan nilai jual menjanjikan, para petani tidak menjadikannya sebagai tanaman pokok. Pohon ini justru ditanam sebagai selingan di antara pematang atau tegalan. Beberapa warga di permukiman juga menanamnya di halaman atau pekarangan rumah tanpa perawatan sama sekali. “Buahnya akan muncul sendiri tanpa perlakuan apa pun,” kata Mundir.

Lantas apa keistimewaan mangga Podang dibandingkan jenis mangga lainnya? Selain hanya bisa ditemukan di lereng Gunung Wilis, mangga Podang juga diyakini mengandung sumber karotenoid yang disebut beta crytoxanthin, yaitu bahan penumpas kanker yang baik. Selain itu, sejumlah penelitian juga menyebutkan buah ini memiliki kandungan serat yang baik, dengan kadar tujuh gram setiap butirnya. Jadi bisa dipastikan mangga Podang mampu menjaga pencernaan dan kolestrol dalam kondisi normal.


Kasus radang tenggorokan ataupun batuk pada orang yang mengkonsumsi mangga Podang juga jarang ditemukan. Ini berbeda dengan jenis mangga lain yang masih menyisakan rasa gatal pada leher atau panas di perut.

Harganya pun sangat murah dengan kisaran Rp 5.000–7.000 per kilogram di tingkat pedagang. Mereka membelinya dari petani dengan harga Rp 2.000–3.000 per kilogram untuk dijual di pasar buah dan kaki lima.

Karena keunikannya ini, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menetapkan mangga Podang sebagai buah khas daerah itu yang telah dipamerkan di sejumlah negara. Selain dikonsumsi langsung, buah ini juga lezat diolah menjadi manisan atau rujak buah.

Baca selengkapnya......

PECEL PUNTEN MBENJING MRIKI MALIH

pecel punten
Ah, kesampaian juga akhirnya mencicipi pecel punten, memang nikmat dan josh. setelah melihat liputan kulinernya di salah satu stasiun tivi swasta (bisa dicek di sini, teman, Liputan Kuliner Pecel Punten Kediri ) Memang kota kediri terkenal dengan kuliner serba pecel, tapi yang satu ini lain daripada yang lain.

Warung pecel punten “mbenjing mriki malih” ini terletak di Pesantren – Kediri, 2 km arah timur dari PG. Pesantren. Warungnya di pinggir sawah dan tegalan, lesehan serta memiliki tempat luas untuk menampung langganan yang selalu datang dan pergi mencicipi pecel punten ini. Trus apa bedanya dengan pecel biasa?

Pecel punten sekilas memang mirip dengan pecel biasanya, baik dari bumbu maupun dari sayuran pelengkapnya. Namun yang membedakan adalah pecel ini disajikan dengan ditambah punten.

Lhadalah, punten itu apa??

Baiklah, akan admin terangkan yaaaaa.... sabar.. sabar...

Punten itu seperti jadah, akan tetapi bukan menggunakan beras ketan tapi menggunakan beras biasa yang ditanak dengan santan dan garam, kemudian ditumbuk halus dan dipadatkan. Setelah itu dipotong segi empat, disajikan diatas piring, dikasi topping sayuran dan kecambah, trus ditambah lagi dengan krupuk wedi dan disiram dengan bumbu pecel kental... Jadi deh punten pecel. mantap gan.

seger dengan es degan
Meskipun kuliner ini bukan asli kediri, namun penikmat punten pecel ini selalu mengantri ketika memesan punten pecel made in kediri. dengan sabar dan ramah penjualnya melayani satu persatu permintaan penikmat pecel, ketika mereka sudah akan beranjak dari warungnya, ibu penjual ini selalu berkata “mbenjing mriki malih nggih” yang dalam arti bahasa indonesianya kira-kira “besok kesini lagi ya”. Akhirnya kata-kata itu menjadi trade mark warung pecel punten ini. Selain pecel punten, warung ini juga menyediakan Sego ampog (nasi jagung) dengan lauk ikan asin dan kulupan di krawu (urap2), jan maknyus komplit dan sedapnya.

Kalo teman-teman tertarik mencicipi, silahkan meluncur langsung ke TKP, Warung Pinggir Sawah “Mbenjing Mriki Malih”. Untuk urusan harga, jangan khawatir, gak bikin kantong teman-teman ngglembosi, satu porsi Cuma Rp. 3500, ditambah dengan es degan Rp. 2500, total makan pecel punten + minum hanya Rp. 6000 saja.. wih, murah jaya kan?? Makanya segera berkunjung, ajak team TC Bumi Kadiri juga yaaaaaaa....

Baca selengkapnya......

SATE BEKICOT dan OLAHANNYA

bekicot (real size)Bekicot (escargot) yang digemari dan dijual mahal di Perancis, tetapi di Kediri dengan mudah anda akan menemukannya di daerah Djengkol, Kec.Plosoklaten Kab.Kediri. selain lezat dan menyehatkan,bekicot juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kulit.

Ditempat ini,bekicot disajikan dalam bentuk sate,oseng-oseng dan kripik. Uniknya sate bekicot dibungkus dan dijual satuan. Satu bungkus sate bekicot berisi 50 tusuk,dijual dengan harga Rp.15.000.

Bekicot didatangkan dari peternakan desa setempat,sehingga mutu dan kualitas rasa daging bekicotpun bisa memberi citarasa tersendiri. didesa Djengkol terdapat beberapa penjaja makanan daging bekicot ( 02 ) anda bisa memilih dan berkunjung ke stand yang ada, anda bisa bersantap disana atau hanya sekedar membawanya pulang sebagai oleh-oleh keluarga. Anda bisa mencapai daerah Djengkol lebih kurang 20 menit dari Monumen Simpang Lima Gumul, Kediri

Baca selengkapnya......

Alternatif Kuliner Kediri


SOTO AYAM KAMPUNG “ POJOK “
Jl.Dhoho – Kota Kediri – Buka pukul 06.00 – 14.00

SOTO AYAM KAMPUNG
Jl. Untung Suropati – Buka pukul 06.00 – 14.00

PECEL MEWAH ( Mepet Sawah )
Jl.Raya Ketami - Pesantren – Kota Kediri – buka pukul 09.00 – 14.00

PECEL PESANTREN
Jl. Pesantren – Kota Kediri – buka pukul 06.00 – 11.00

PECEL BU BENNY
Jl.Letjend S Parman – Kota Kediri – buka pukul 16.00 – 20.00

PECEL BANJARAN
Jl.Banjaran – Kota Kediri – buka pukul 06.00 – 11.00

MIE / NASI Goreng Pak Pendek
Jl.Hasanudin – Kota Kediri – buka pukul17.00 – 24.00

LONTONG TAHU
Jl.Kilisuci – Kota Kediri

LONTONG TAHU BU ANNY
Jl.Lawu – Pare – Kediri – buka pukul 16.00 – 22.00

GADO-GADO / RUJAK CINGUR
Jl.Kilisuci – Kota Kediri – buka pukul 10.00 – 15.00

 GADO – GADO / RUJAK CINGUR
Jl.Joyoboyo – Kota Kediri – Buka pukul 10.00 – 15.00

GADO – GADO / RUJAK CINGUR MBOK JO
Jl.Joyoboyo – Kota Kediri – Buka pukul 10.00 – 15.00

NASI UDUK & AYAM BAKAR
Jl.Brawijaya – Kediri – Buka pukul 17.00 – 23.00

Baca selengkapnya......

Pusat Soto Ayam Kampung Bok Ijo

pst soto (real size)Terletak di jalan Semeru,di kompleks terminal bus Kota Kediri. Khusus menyajikan soto ayam kampung. Uniknya sebagian besar penjualnya berasal dari desa Tamanan. Memang lebih akrab dengan soto bok ijo,tetapi banyak juga yang menyebutnya dengan Soto Tamanan. Buka setiap pukul 10.00 pagi hingga tengah malam.

Selain soto ayam,disajikan juga ayam bakar sebagai pelengkap/lauk. Soto ayam kampung Kediri terkenal gurihnya,pedas dan manis. Ada beberapa stand yang menjajakan makanannya disana,tetapi ada juga yang dijajakan diseputar area jalan semeru/terminal. Dijual dengan harga mulai Rp.3.500/mangkuk.

Bila tidak ingin kehabisan,anda bisa berkunjung sore hari,sebeum jam makan malam. Bisa ditempuh lebih kurang 10 menit dari pusat kota kearah Pusat wisata rohani Pohsarang.

Baca selengkapnya......

Jika anda berjalan-jalan ke Kota Kediri pada malam hari, belum lengkap jika tidak berkunjung di Jalan Dhoho. Jalan Dhoho ini layaknya Jalan Marlboro di Yogyakarta, namun versi Kediri. Berbagai pertokoan berjajar sepanjang Jalan Dhoho. Ada toko pakaian, aneka kerajinan dan swalayan. Tidak lupa berbagai makanan khas Kediri juga terpampang sepanjang jalan ini.

pecel tumpang
Termasuk di antaranya adalah pecel tumpang. Nah, setelah anda puas berbelanja, anda bisa istirahat santai di pinggir Jalan Dhoho sembari memesan nasi pecel tumpang pincuk. Sembari makan pecel tumpang kita bisa menikmati lalu lalang kendaraan yang berjalan lambat di sepanjang Jalan Dhoho.
Pecel tumpang Jalan Dhoho biasanya mulai digelar pukul 15.00 WIB hingga tengah malam. Jangan anggap bahwa pecel tumpang di sini disajikan di dalam ruangan lengkap dengan tempat duduk seperti apa yang kita bayangkan. Pembeli hanya disediakan tikar plastik atau karpet dan bebas memilih tempat duduk lesehan. Boleh di depan pertokoan yang tutup, trotoar maupun di manapun di sepanjang Jalan Dhoho, asal tidak di tengah jalan.
Para penjual pecel tumpang pun tidak memiliki bedak. Mereka menggelar dagangannya di depan pertokoan dengan bermodalkan pikulan dan tempat seadanya. Walaupun tempat pedagang antara satu dengan lainnya saling berdekatan, namun mereka sama sama laku dan memiliki penggemar fanatik. Para penikmat pecel tumpang fanatik itu seringkali datang hanya untuk bersantai dan menikmati makanan khas Kediri ini.
Menu yang disajikan pun beragam, sesuai dengan selera pembeli. Ada yang suka dengan nasi pecel, nasi tumpang maupun nasi campur (campuran antara tumpang dan pecel). Cara penyajian sambal tumpang tak jauh beda dengan cara penyajian sambal pecel, yaitu dengan nasi yang di atasnya di beri aneka lalapan atau sayur – mayur yang telah direbus terlebih dahulu lalu disiram dengan sambal tumpang dan diberi peyek sebagai pelengkap, bisa peyek kacang atau peyek teri. Pecel tumpang ini disajikan disajikan di atas pincuk yang terbuat dari daun pisang. Anda bisa menggunakan sendok yang disediakan atau muluk pakai tangan. Jika anda muluk anda tinggal minta kobokan untuk cuci tangan.
Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menikmati makanannya hanya mengeluarkan Rp. 5000,- anda sudah mendapatkan satu pincuk pecel tumpang, 1 gelas teh anget ato es teh dan sisanya bisa buat parkir. tidak mahal bukan?

Baca selengkapnya......